Senin, 19 April 2010

ASAL USUL BETAWI….

Neh buat orang betawi tau kaga loe asal usul nya nama dan makna betawi. Lah kapan malu orang betawi tapi kaga tau asal usul nama betawi.
ya udah nyok kita bahas.

BETAWI berasal dari Batavia sebagai nama kota Jakarta yang didirikan oleh Gubernur J.Pieterzoon Coen. Batavia berasal dari nama siku bangsa Belanda zaman purba. Sebelumnya lagi bernama Sunda Kelapa. Jayakarta didirikan tanggal 22 juni 1527. Pendiri Jayakarta adalah Fatahillah. Fatahillah utusan kesultanan Demak. Ia diperintahkan untuk menaklukkan Sunda Kelapa. Jayakarta ditaklukan oleh J.Pieterzoon Coen tahun 1619 setelah menghancurkan keraton, J.Pieterzoon Coen mendirikan kota baru yang dikelilingi benteng. Kota baru bernama Batavia. Kota Batavia luasnya 2,25 X 1,5 km2 letaknya dimuara kali Ciliwung.

Kota Batavia sangat terkenal, banyak orang yang senang mengaku sebagai orang Batavia. Penduduknya beraneka suku bangsa. Orang Batavia dalam bahasa Belanda disebut Batavianen.
Sejak abad ke-18 orang Batavia banyak yang pergi kekota suci Mekkah. Mereka menjalankan ibadah haji. Setelah ibadah haji ada yang pulang dan ada yang bermukim menggunakan Al Batavia sebagai nama keluarga. Menjadi kebiasaan pemukim dari nusantara di Mekkah menjadikan kota asalnya sebagai nama keluarga. Syekh Abdul Somad Al Falimbani dari Palembang. Syekh Arsayad Al banjari dari Banjar. Syekh Basuni Imran Al Sambasi dari Sambas.
Pada awal abad ke-19 seorang ulama betawi bernama Syekh Junaid bermukim di Mekkah, ia memakai nama Syekh Junaid Al Batawi. Ia amat termasyur karena dipercaya menjadi imam masjid Al Haram di Mekkah, ia juga mengajar agama Islam di serambi Mekkah. Murid-muridnya banyak sekali ada yang berasal dari nusantara dan ada dari Negara lain. Syekh Junaid mempunyai 2 orang putrid dan 2 orang putra. Putri yang satu menikah dengan Abdullah Al Misri, ulama asal Mesir. Dan putrid yang satu lagi menikah dengan Imam Mujtaba, ulama asal Betawi.
Abdullah Al Misri menetap di Batavia sedangkan Imam Mujtaba bermukim di mekkah. Imam mujbata dan kedua putra Syekh Junaid yaitu as’ad dan Arsyad menjadi pelanjut Syekh Junaid. Syekh Junaid wafat di mekkah pada akhir abad ke -19.
Nama betawi menjadi amat termasyur di Mekkah. Kemasyuran itu diceritakan oleh mereka yang kembali dan menunaikan ibadah haji. Maka sejak ke-19 itulah penduduk asli Batavia menggunakan nama Betawi sebagai nama suku bangsa.

nah ntu diye ceritanya n maknenye BETAWI..NAH inget-inget ye sejarahnya..biar ditanya tau dah kenpe Betawi:)

11 komentar:

kumpulan pengetahuan mengatakan...

subhanallah betawi pan keturunan pare ulame semue yeh... cakep cakepp dahhhhh...

Anonim mengatakan...

Jadi betawi dibentuk oleh belanda ya,g asli....sebelum belanda datang ke indonesia berarti suku betawi blom ada

Nathalie Rahel mengatakan...

suku Betawi adalah perpaduan dari segala suku di Indonesia. singkatnya suku Betawi adalah kaum mayoritas alias perpaduan dari segala macam suku :)

Anonim mengatakan...

ngaco ah...

Pemuda Kahfi mengatakan...

Sangat Bermanfaat

Eko Kodox mengatakan...

Bego

Eko Kodox mengatakan...

Asal muasal betawi itu dari kata batavia yg dibuat oleh muhammad husni thamrin betawi itu bukan suku tapi komunitas atau ,paguyuban. Kalo betawi itu memang suku kenapa ga punya bahasa.suku betawi ?? Penduduk asli jakarta itu sbnrrnya suku sunda ,suku sunda lah yg lebih awal di batavia ,buktinya kota jakarta dahulu namanya SUNDA kelapa, dan hanya sebuah kota kecil pelabuhan untuk perdagangan Milik pajajaran , sampai skrang pun PBB masih mengakui kalo sunda kelapa itu milik pajajaran , kalo sunda kelapa di minta sama pajajaran mau ngomong apa?

Eko Kodox mengatakan...

Kenapa bisa ada dan muncul paguyuban betawi ? Karna dia hanya orang etnis pendatang campuran yg kehilangan identitas dan tak punya suku ,makanya dibuat lah paguyuban betawi oleh MH.THAMRIN agar tak terlihat bahwa dia itu asalnya dari etnis campuran ,dan mengaku" penduduk asal jakarta padahal jakarta itu aslinya SUNDA KELAPA milik pajajaran .. Jadi penduduk awal sunda kelapa yg org sunda yg ada di jawa barat ,dan Islam yg paling kuat juga dari suku sunda nomer satu. Artikel diatas salah kaprah...ngaco

Eko Kodox mengatakan...

Batavia dulunya itu SUNDA KELAPA ..cuma dataran rendah buat perdagangan oleh pajajaran turun gunung naik gunung , orang dari negara mana aja dateng , bermukim beranak pinak SUNDA KELAPA juga dulu cuma tempat muara air hujan yg turun dari pajajaran bogor namun setelah batavia masuk dan mengambil alih sunda kelapa dibuat kota aliran air dialihkan dubuat saluran dari tepi selatan ke tepi barat yg skrang masih di sebut banjir kanal, agar sunda kelapa bisa dibangun kota untuk bermukim , ya ga heran kalo skrang jakarta sering banjir , emng awalnya jakarta itu tempat pembuangan air pajajaran.

Eko Kodox mengatakan...

Silahkan anda bayangkan sendiri, saat Jakarta masih sepi; penduduknya masih segelintir, pemukiman masih langka, lahan terbuka hijau masih sangat luas, serta gedung-gedung menjulang belum ada, kota Jakarta sudah sering mengalami yang namanya banjir!
Menurut sejarah, tercatat bahwa pemerintah Kolonial Belanda pun sudah merasakan betapa repotnya menangani masalah banjir di Batavia (orang kita menyebutnya Betawi, nama Jakarta tempo doeloe). Terutama banjir besar yang mereka rasakan pada tahun: 1621, diikuti tahun 1654, dan kemudian tahun 1876.
Ada juga catatan yang dahsyat bahwa di Batavia sekitar tahun 1878 pernah terjadi banjir besar dikarenakan hujan selama 40 hari tidak berhenti!
Banjir di Jl. Ir. H. Juanda, sekitar tahun 1949.
Pembangunan Kanal
Karena seringnya banjir yang melanda Batavia waktu itu, maka pemerintah Kolonial Belanda mulai menggarap masalah ini secara serius. Tercatat, tahun 1918 pemerintah Kolonial Belanda mulai membangun beberapa kanal-kanal kecil untuk mengatasi luapan air, juga membangun pintu-pintu air dan bendungan untuk mengontrol muka air apabila terjadi curah hujan dengan intensitas yang tinggi, terutama arus deras di sungai (kali) Ciliwung.
Selanjutnya karena semakin kompleksnya masalah banjir yang semakin sukar dikendalikan, hal ini memaksa pemerintah Kolonial Belanda untuk membangun Banjir Kanal Barat (BKB) pada tahun 1922.
Namun meski sudah dibangun BKB, bukan berarti persoalan banjir di Batavia sudah selesai. Pada Januari 1932 lagi-lagi banjir besar melumpuhkan Kota Batavia. Puncaknya ratusan rumah di kawasan Jalan Sabang dan Thamrin digenangi air.
Banjir di daerah Menteng, tahun 1920.
Banjir di daerah Tanah Abang, tahun 1920.

Eko Kodox mengatakan...

Yaiyalaah bajir mulu , ibarat lu bikin rumah di muara air mengalir. Pinter dikit lahh

Posting Komentar